website gunadarma university

website gunadarma university
Gunadarma University

Wednesday, May 11, 2016

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

A. MANUSIA
·        Ada dua pandangan yang dijadikan acuan  untuk menjelaskan tentang unsur-unsur yang membangun manusia, yaitu :
1.     Manusia terdiri dari empat unsur yang saling terkait, yaitu :
a. Jasad, yaitu badan kasar manusia yang nampat pada luarnya, dapat diraba dan di foto, dan menempati ruang dan waktu
b. Hayat, yaitu mengandung unsur hidup, yang ditandai dengan gerak
c. Ruh, yaitu bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran, suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan
d. Nafs, yaitu kesadaran tentang diri sendiri
2. Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur, yaitu :
a. Id, merupakan struktur kepribadian yang paling primitif dan paling tidak nampak. Id merupakan libido murni atau energi psikis yang menunjukkan ciri alami yang irrasional dan terkait dengan sex, yang secara instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran.
b. Ego, merupakan bagian dari struktur kepribadian yang sering disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena peranannya dalam menghubungkan energi Id ke dalam saluran sosial dapat dimengerti oleh orang lain. Perkembangan ego terjadi antara usia 1 dan 2 tahun pada saat anak secara nyata berhubungan dengan lingkungannya.
c. Superego, merupakan struktur kepirbadian yang paling akhir, muncul kira-kira saat usia 5 tahun. Superego merupakan kesatuan standar-standar moral yang diterima oleh ego dari sejumlah agen yang mempunya otoritas di dalam lingkungan luar diri yang  biasanya asimilasi dari pandangan-pandangan orang tua.
B. HAKEKAT MANUSIA
1. Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
Tubuh adalah materi yang dapat dilihat, diraba, dirasa, wujudnya konkrit tetapi tidak abadi. Jiwa adalah roh yang ada di dalam tubuh manusia sebagai penggerak dan sumber kehidupan. Jiwa terdapat di dalam tubuh, tidak dapat dilihat, tidak dapat diraba, sifatnya abstrak tetapi abadi.
2. Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya.
Daya rasa (perasaan) dalam diri manusia ada 2 macam, yaitu :
a. Perasaan inderawi : rangsangan jasmani melalui pancaindra, tingkatnya rendah dan terdapat pada manusia atau hewan.
b. Perasaan rohani : perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia, misalnya :
·        Perasaan intelektual, yaitu perasaan yang berkenan dengan pengetahuan.
·        Perasaan estetis, yaitu perasaan yang berkenan dengan keindahan.
·        Perasaan etis, yaitu perasaan yang berkenan dengan kebaikan.
·        Perasaan diri, yaitu perasaan yang berkenan dengan harga diri karena ada kelebihan dari yang lain.
·        Perasaan sosial, yaitu perasaan yang berkenan dengan kelompok atau hidup bermasyarakat.
·        Perasaan religious, yaitu perasaan yang berkenan dengan agama atau kepercayaan.
3. Makhluk biokultural, yaitu makhluk hayati yang budayawi.
Sebagai makhluk hayati, manusia dapat dipelajari dari segi-segi anatomi, fisiologi, biokimia, psikobiologi, patologi, genetika, dan sebagainya.
Sebagai makhluk budayawi, manusia dapat dipelajari dari segi-segi kemasyarakatan, kekerabatan, psikologi sosial, kesenian, ekonomi, dan sebagainya.
4. Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi) , mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.
Hidup manusia mempunyai tiga taraf, yaitu :
·        Estetis : Manusia mampu menangkap dunia sekitarnya sebagai dunia yang mengagumkan.
·        Etis : Manusia meningkatkan kehidupan estetis ke dalam tingkatan manusiawi dalam bentuk-bentuk kepitusan bebas dan dipertanggungjawabkan.
·        Religius : Manusia menghayati pertemuannya dengan Tuhan.
C. KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR
·        Sampai sekarang, ilmu psikologi di negara-negara Barat mengembangkan konsep atau teori mengenai warna isi jiwa serta metode dan alat untuk menganalisis variasi isi jiwa individu. Sebaliknya, ilmu itu belum menganalisis keterkaitan antara jiwa individu dan lingkungan sosial budayanya.
·        Francis L.K Hsu mengembangkan konsepsi bahwa jiwa manusia sebagai makhluk sosial budaya mengandung 8 daerah, yaitu :

Image result for manusia dan kebudayaan
                              
Penjelasan :
·        Nomor 7 dan nomor 6 : Berada di daerah dari alam jiwa individu dan terdiri dari bahan pikiran dan gagasan yang telah terdesak ke dalam.
·        Nomor 5: Terdiri dari pikiran dan gagasan yang disadari oleh si individu yang bersangkutan.
·        Nomor 4 : Mengandung pikiran, gagasan, dan perasaan yang dapat dinyatakan secara terbuka oleh si individu ke sesamanya.
·        Nomor 3 : Mengandung konsepsi tentang orang, binatang, atau benda yang oleh si individu diajak bergaul secara mesra dan karib.
·        Nomor 2 : Ditentukan oleh fungsi kegunaan dari orang, binatang, atau benda bagi dirinya.
·        Nomor 1 : Terdiri dari pikiran dan sikap dalam alam jiwa manusia tentang manusia, benda, alat, pengetahuan, dan adat yang ada dalam kebudayaan dan masyarakat sendiri.
·        Nomor 0 : Terdiri dari pikiran dan anggapan tentang orang dan hal yang terletak di luar masyarakat dan negara Indonesia dan ditanggapi oleh individu bersangkutan dengan sikap masa bodoh.
D. PENGERTIAN KEBUDAYAAN
·        Dalam bahasa Sansekerta, kebudayaan berasal dari kata “budhayah” yang berarti budi atau akal. Dalam bahasa Latin, kebudayaan berasal dari kata “colere” yang berarti mengolah tanah. Jadi, kebudayaan secara umum adalah segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya.
·        Menurut E.B. Taylor, kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan lain serta kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
·        Menurut Selo Sumarjan dan Soelaeman Soemardi, kebudayaan adalah semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
·        Secara praktis, kebudayaan merupakan sistem nilai dan gagasan utama (vital). Sistem nilai dan gagasan utama sebagai hakekat kebudayaan terwujud dalam tiga sistem kebudayaan, yaitu : sistem ideologi, sistem sosial, dan sistem teknologi.
E. UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN
·        C. Kluckhohn di dalam karyanya yang berjudul Universal Categories of Culture mengemukakan bahwa ada 7 unsur kebudayaan universal, yaitu :
1.     Sistem Religi (Sistem Kepercayaan) : Merupakan produk manusia sebagai homo religieus.
2.     Sistem Organisasi Kemasyarakatan : Merupakan produk manusia sebagai homo socius.
3.     Sistem Pengetahuan : Merupakan produk manusia sebagai homo sapiens.
4.     Sistem Mata Pencaharian Hidup dari Sistem-Sistem Ekonomi : Merupakan produk manusia sebagai homo economicus.
5.     Sistem Teknologi dan Peralatan : Merupakan produk manusia sebagai homo faber.
6.     Bahasa : Merupakan produk manusia sebagai homo longuens.
7.     Kesenian : Merupakan hasil dari manusia sebagai homo aesteticus.
F. WUJUD KEBUDAYAAN
·        Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud, yaitu :
1.     Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia.
Wujud ini disebut sistem budaya, sifatnya abstrak, tidak dapat dilihat, dan berpusat pada kepala-kepala manusia yang menganutnya.
2.     Kompleks aktivitas
Wujud ini disebut sistem sosial. Berupa aktivitas manusia yang saling berinteraksi, bersifat kongkret, dapat diamati.
3.     Wujud sebagai benda
Aktivitas manusia yang saling berinteraksi tidak lepas dari berbagai penggunaan peralatan sebagai hasil karya manusia untuk mencapai tujuannya
G. ORIENTASI NILAI BUDAYA
Menurut C. Kluckhohn, sistem nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia, secara universal menyangkut 5 masalah pokok kehidupan manusia, yaitu :
1.     Hakekat hidup manusia (MH)
Hakekat hidup untuk setiap kebudayaan berbeda secara ekstern; ada yang berusaha untuk memadamkan hidup, ada pula dengan menganggap hidup sebagai suatu hal yang baik, “mengisi hidup”.
2.     Hakekat karya manusia (MK)
Setiap kebudayaan hakekatnya berbeda-beda, diantaranya ada yang beranggapan bahwa karya bertujuan untuk hidup, karya memberikan kedudukan atau kehormatan, karya merupakan gerak hidup untuk menambah karya lagi.
3.     Hakekat waktu manusia (WM)
Hakekat waktu untuk setiap kebudayaan berbeda-beda; ada yang mementingkan orientasi masa lampau, ada yang masa kini atau masa yang akan datang.
4.     Hakekat alam manusia (MA)
Ada kebudayaan yang menganggap manusia harus mengeksploitasi alam atau memanfaatkan alam semaksimal mungkin, ada pula yang beranggapan manusia harus harmonis dengan alam dan manusia harus menyerah kepada alam.
5.     Hakekat hubungan manusia (MN)
Ada yang mementingkan hubungan manusia dengan manusia, baik secara horizontal (sesamanya) maupun secara vertikal (orientasi kepada tokoh-tokoh). Ada pula yang berpandangan individualistis.
H. PERUBAHAN KEBUDAYAAN
·        Terjadinya gerak/perubahan ini disebabkan oleh :
1.     Sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri, misalnya perubahan jumlah dan komposisi penduduk.
2.     Sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup. Masyarakat yang hidupnya terbuka cenderung berubah lebih cepat.
·        Faktor yang mempengaruhi diterima atau tidaknya suatu unsur kebudayaan baru diantaranya :
1.     Terbatasnya masyarakat memiliki hubungan dengan kebudayaan dan dengan orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut.
2.     Jika pandangan hidup dan nilai-nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai agama, dan ajaran ini terjalin erat dalam keseluruhan pranata yang ada, maka penerimaan unsur baru mengalami hambatan dan harus disensor dulu oleh berbagai ukuran yang berlandaskan ajaran agama yang berlaku.
3.     Corak struktur sosial suatu masyarakat mementukan proses penerimaan kebudayaan baru, misalnya sistem otoriter akan sukar menerima unsur kebudayaan baru.
4.     Suatu unsur kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru tersebut.
5.     Apabila unsur yang baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas, dan dapat dengan mudah dibuktikan kegunaannya oleh warga masyarakat yang bersangkutan.
I. KAITAN MANUSIA DENGAN KEBUDAYAAN
·        Dalam sosiologi, manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, artinya walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Dapat disimpulkan bahwa manusia tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan, karena kebudayaan merupakan perwujudan dari manusia itu sendiri.
·        Dari sisi lain, hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis (saling terkait satu sama lain).
·        Proses dialektis tercipta melalui 3 tahap, yaitu :
1.     Eksternalisasi, yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya.
2.     Obyektivasi, yaitu proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia.
3.     Internalisasi, yaitu proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia. Maksudnya bahwa manusia mempelajari kembali masyarakatnya sendiri agar dapat hidup dengan baik.


No comments:

Post a Comment