Resume isd : Agama dan Masyarkat
A. Pengertian Agama dan Masyarakat
Agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan, atau juga disebut dengan nama Dewa atau nama lainnya dengan ajaran kebaktian dan kewajiban-kewajiban yang berkaitan dengan kepercayaan tersebut. Sedangkan Agama di Indonesia memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat.
Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain).
Agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan, atau juga disebut dengan nama Dewa atau nama lainnya dengan ajaran kebaktian dan kewajiban-kewajiban yang berkaitan dengan kepercayaan tersebut. Sedangkan Agama di Indonesia memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat.
Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain).
Fungsi agama dalam masyarakat ada tiga aspek penting yang
selalu dipelajari, yaitu kebudayaan, sistem sosial, dan kepribadian.
Hubungan agama dalam kehidupan jika dipadukan dengan budaya
dan masyarakat akan membentuk kehidupan yang harmonis,karena ketiganya
mempunyai keterkaitan yang erat satu sama lain.
B. Tipe-Tipe Kaitan Agama dalam Masyarakat :
- Masyarakat
yang terbelakang dan nilai-nilai sakral.
- Masyarakat
praindustri yang sedang berkembang.
- Masyarakat-
masyarakat industri secular.
C. Faktor Konflik Agama
Terjadinya konflik tersebut tentunya disebabkan oleh
beberapa faktor, yaitu :
- Karena
tidak adanya keampuhan Pancasila dan UUD 45 yang selama ini menjadi
pedoman bangsa dan negara
- Kurangnya
rasa menghormati baik antar pemeluk agama satu dengan yang lainnya ataupun
sesame pemeluk agama.
- Adanya
kesalahpahaman yang timbul karena adanya kurang komunikasi antar pemeluk
agama.
A. Pengertian Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Kemiskinan
Menurut Immanuel Kant, pengetahuan merupakan persatuan budi dan pengalaman dari berbagai macam pandangan tentang pengetahuan di peroleh sumber-sumber pengetahuan berupa ide, kenyatan, kegiatan akal-budi, pengalaman karena tak adanya sarana untuk mencapai pengetahuan yang pasti.
Teknologi adalah segenap keterampilan manusia menggunakan sumber-sumber daya alam untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya dalam kehidupan.
Kemiskinan adalah suatu keadaan dimana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri dengan taraf kehidupan yang dimiliki dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga, mental maupun fisiknya untuk memenuhi kebutuhannya.
B. Hubungan IPTEK dengan Kemiskinan
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi merupakan bagian-bagian yang dapat dibeda-bedakan, tetapi tidak dapat dipisah-pisahkan dari suatu sistem yang berinteraksi dengan sistem-sistem lain dalam kerangka nasional seperti kemiskinan.
Dalam hal kemiskinan struktural, ternyata adalah buatan manusia terhadap manusia lainnya yang timbul dari akibat dan dari struktur politik, ekonomi, teknologi dan sosial buatan manusia pula. Perubahan teknologi yang cepat mengakibatkan kemiskinan, karena mengakibatkan terjadinya perubahan sosial yang fundamental. Sebab kemiskinan diantaranya disebabkan oleh struktur ekonomi, dalam hal ini pola relasi antara manusia dengan sumber kemakmuran, hasil produksi dan mekanisme pasar.
Menurut Immanuel Kant, pengetahuan merupakan persatuan budi dan pengalaman dari berbagai macam pandangan tentang pengetahuan di peroleh sumber-sumber pengetahuan berupa ide, kenyatan, kegiatan akal-budi, pengalaman karena tak adanya sarana untuk mencapai pengetahuan yang pasti.
Teknologi adalah segenap keterampilan manusia menggunakan sumber-sumber daya alam untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya dalam kehidupan.
Kemiskinan adalah suatu keadaan dimana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri dengan taraf kehidupan yang dimiliki dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga, mental maupun fisiknya untuk memenuhi kebutuhannya.
B. Hubungan IPTEK dengan Kemiskinan
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi merupakan bagian-bagian yang dapat dibeda-bedakan, tetapi tidak dapat dipisah-pisahkan dari suatu sistem yang berinteraksi dengan sistem-sistem lain dalam kerangka nasional seperti kemiskinan.
Dalam hal kemiskinan struktural, ternyata adalah buatan manusia terhadap manusia lainnya yang timbul dari akibat dan dari struktur politik, ekonomi, teknologi dan sosial buatan manusia pula. Perubahan teknologi yang cepat mengakibatkan kemiskinan, karena mengakibatkan terjadinya perubahan sosial yang fundamental. Sebab kemiskinan diantaranya disebabkan oleh struktur ekonomi, dalam hal ini pola relasi antara manusia dengan sumber kemakmuran, hasil produksi dan mekanisme pasar.
A. Integrasi sosial
Integrasi sosial dimaknai sebagai proses penyesuaian
di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga
menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memilki keserasian fungsi.
Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang majemuk,
masyarakat majemuk itu dipersatukan oleh sistem nasional negara Indonesia.
Aspek kemasyarakatan yang mempersatukannya antara lain: Suku bangsa dan
kebudayaannya, Agama, Bahasa.
B. Bentuk integrasi sosial
- Asimilasi,
yaitu pembauran kebudayaan yang disertai dengan hilangnya ciri khas
dari kebudayaan asli.
- Akulturasi,
yaitu penerimaan sebagian unsur-unsur asing tanpa menghilangkan kebudayaan
asli.
C. Faktor-faktor pendorong terjadinya intergrasi sosial
a. Faktor Internal :
- Kesadaran
diri sebagai makhluk sosial.
- Tuntutan
kebutuhan.
- Jiwa
dan semangat gotong royong.
b. Faktor Eksternal :
- Tuntutan
perkembangan zaman.
- Persamaan
kebudayaan.
- Terbukanya
kesempatan berpartisipasi dalam kehidupan bersama.
- Persaman
visi, misi, dan tujuan.
- Sikap
toleransi.
- Adanya
kosensus (kesepakatan) nilai.
- Adanya
tantangan dari luar.
D. Berikut adalah beberapa variabel yang dapat menghambat
integrasi :
- Klaim/tuntutan
penguasaan atas wilayah-wilayah yang di anggap sebagai miliknya.
- Isu
asli-tidak asli berkaitan dengan perbedaan kehidupan ekonomi antar warga
negara Indonesia asli dengan keturunan lain.
- Agama,
sentimen agama dapat digerakkan untuk mempertajam kesukuan.
- Prasangka
yang merupakan sikap permusuhan terhadap seseorang golongan tertentu.